Friday, February 09, 2007
Search Bible, multi languange multi version
Thursday, February 08, 2007
Menjual virus flu burung?
Indonesia dikabarkan telah menghentikan suplai sample virus flu burung yang dikenal dengan H5N1 kepada WHO. Tindakan ini disinyalir berkaitan dengan kerjasama Pemerintah Indonesia dengan perusahaan farmasi USA Baxter Healthcare. Dalam kerjasama ini pemerintah akan mendapatkan hak paten atas vaksin turunan dari sample yang dikirim. Sesuatu yang tidak di dapat dari WHO dan penelitian di bawahnya. Meski kerjasama dengan Baxter sendiri tidak bersifat eksklusif artinya Indonesia berhak memberikan sample virus kepada siapa saja tanpa melanggar kerjasama.
Tindakan Indonesia ini yang menyentuh isu hak paten menjadi menarik. Di satu sisi sebagai negara dengan penderita flu burung terbanyak sudah sewajarnya Indonesia memerlukan anti virus/vaksin sebanyak-banyaknya dan terampuh. Dengan membuka seluas-luasnya akses sample virus H5N1 yang dimilikinya maka kesempatan ini semakin besar. Ditambah lagi saat ini mayoritas negara di dunia sangat konsen terhadap perkembangan mutas virus ini.Setiap sample virus akan sangat berharga untuk pengembangan vaksin dan yang lebih penting melindungi warga negara mereka.
Indonesia memang memiliki pengalaman buruk dengan paten. Selain dikenal sebagai negara pelanggar hak cipta khususnya pada industri rekaman (DVD, CD, mp3) dan software Indonesia merasa dirugikan atas pemberian paten terhadap berbagai kekayaan alam dan budayanya. Beberapa produk khas seperti tempe, batik dan kunyit sudah dipatenkan oleh negara lain sehingga pada suatu kasus produsen Indonesia harus membayar royalti kepada negara lain untuk produk turun-temurun tersebut.
Latar belakang timpangnya sistem paten yang dianggap selama ini sering merugikan negara kecil (not size) bisa jadi menjadi salah satu alasan pemerintah Indonesia mengambil langkah pengamanan terhadap asetnya.
Apakah langkah pemutusan hubungan kerja dengan WHO ini baik? Tentunya ini berdampak pada perkembangan vaksin virus flu burung. Seberapa besar Baxter Healthcare dapat melakukan riset yang sebanding dengan yang dilakukan WHO dan mitranya? Jika Baxter bisa menyediakan vaksin yang memuaskan ini bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia. Jika tidak? tentunya akan bertambah penderitaan rakyat Indonesia. Dan seperti biasa Pemerintah tidak terlalu peduli jika berapa ratus rakyatnya menjadi korban. Toh dari pengalaman bencana-bencana yang terjadi selama ini pemerintah bisa dengan enteng lepas tangan.